Senin, 13 Juni 2016

Melted chocolate cake (Lava Cake)

Pas ada waktu senggang, kemaren sore coba-coba buat 'sesuatu yang bisa dikunyah'... pertamanya bingung juga mau bikin apa :D setelah ngobrak-abrik lemari nyokap, akhirnya nemu cooking chocolate n' susu UHT. Setelah putar otak beberapa menit (kalo seharian puter otak-nya ntar malah puyeng atw gila... hehehe) berbekal penasaran n' nekat  akhirnya  saya mutusin bwt nyoba bikin lava cake, (walaupun belum pernah sekalipun buat, hihihi....) sempat kepikiran bentuk akhirnya seperti apa,... dan ternyata eh ternyata bentuknya lumayan cantik n' rasanya juga enak...(cie...cie...cie... :D).

Nah, bagi yang mau nyoba2 buat lava cake sebagai cemilan (atau sajian berbuka puasa), mungkin resep saya bisa diuji coba di dapur anda. Sayangnya saya gak sempat photo (udah keburu diserbu sama ponakan2... :P)

Bahannya simple dan cara pembautannya mudah, silahkan disimak:

Bahan:

  • 250 gr cooking chocolate (bisa juga pake coklat sesuai selera, mis: Cadbury, Delfi, Dove atau                                              bisa juga coklat dengan paduan lainnya, mis: kacang atw fruits)
  • 250 ml Susu UHT full cream
  • 4     btr telur (2 telur utuh + 2 kuning telur)
  • 75   gr butter / margarine
  • 1/2  sdt bak. powder 
  • 75   gr tep. terigu
  • 25   gr tep. gula (karena saya gak suka yg terlalu manis, jadi saya nggak meggunakan tep. gula)

Cara membuat:

  • Panaskan (tim) susu, coklat dan butter/margarine sampai tercampur, angkat.
  • Masukan telur, campur rata.
  • Masukkan campuran tep. terigu, tep. gula dan bak. powder sedikit demi sedikit
  • Masukkan adonan dalam cetakan muffin atau cupcake
  • panggang selama 12 menit
  • angkat dan sajikan hangat (dapat dihias dengan taburan tep. gula)
jumlah 12 buah (tergantung besar cetakan)

Akhirnya... Melted chocolate cake (Lava Cake) selesai,,, tinggal disajikan sebagai teman berbuka puasa. :)

Selamat mencoba, sahabat!!!






Minggu, 29 Mei 2016

Ruang Lingkup Bisnis_PENGANTAR BISNIS


Hai, salam jumpa
Saat ini saya mau membagikan postingan pertama saya, yang umur isinya udah 4 tahun-an sampe sumber asli-nya saya lupa taro di file yang mana... (semoga ada pembaca yang punya sumbernya dan bisa membagi... :p)
Mudah-mudahan bisa berguna bagi para mahasiswa ekonomi semester awal

 RUANG LINGKUP BISNIS
A.     PENGERTIAN BISNIS
Bisnis dapat didefinisikan berbagai macam, dan beberapa pendapat dalam literatur pengertiannya sebagal berikut:
·         Bisnis menurut Scholl (1996):
Aktivitas yang diorganisasi dan diatur untuk menyediakan barang dan atau jasa kepada konsumen dengan tujuan mencari laba
·         Bisnis menurut Grifin, Ebert (1999):
Suatu organisasi yang menyediakan barang atau jasa dan dibuat untuk mendapatkan laba.
Dari pendapat-pendapat tersebut terdapat beberapa unsur dalam pengertian bisnis.
Unsur-unsur dan pengertian bisnis tersebut dapat berupa:
1.      Aktivitas yang Diorganisir dan Diatur
Artinya bisnis adalah perusahaan atau badan usaha yang:  diatur dengan manajemen, diorganisir dengan menggunakan struktur organisasi.
Manajemen tersebut maksudnya bahwa pengelolaannya menerapkan fungsi-fungsi manajemen berupa planning, organizing, actuating, dan controllng.
Menggunakan struktur organisasi, bermakna:
a.       Terdapat tingkatan korporat.
b.      Ada bagian korporat berupa fungsional bisnis yaitu: fungsi operasi, pemasaran, keuangan dan pengelolaan SDM dan subbagiannya.
c.       Ada penggabungan korporat yang disebut industry.
Industri memiliki pengertian berbagai macam yaitu:
·         Suatu kumpulan perusahaan yang produknya sama, atau
·         Kumpulan perusahaan yang inputnya sama, produknya dapat berbeda, atau
·         Kumpulan perusahaan yang prosesnya sama, produknya dapat berbeda, atau
·         Kumpulan perusahaan yang inputnya berbeda, produknya berbeda, prosnya berbeda tetapi barang satu dan yang lain saling mengg antikan atau melengkapi.
Pengertian industri dapat mengacu salah satu dan definisi tersebut sehingga ada beberapa kelompok jenis industri.

2. Menghasilkan Barang atau Jasa atau Keduanya
Barang memiliki ciri yang berbeda dengan jasa, perbedaan itu sebagai berikut:
Barang
Jasa
1.      Sifatnya berwujud
2.      Minimal kkontak konsumen pada saat proses
3.      Dikirim oleh produsen
4.      Ada tenggang waktu dari produsen ke konsumen
5.      Capital intensif
6.      Kualitas mudah diukur
7.      Konsumen memperoleh hak pakai dan hak milik
1.      Sifatnya tidak berwujud
2.      Ektensi kontak konsumen pada saat proses
3.      Konsumen berpartisispasi penuh
4.      Tidak ada teggang waktu dari penyedia jasa ke konsumen
5.      Labor intensif
6.      Kualitas sulit diukur
7.      Konsuen menerima hak pakai saja

3.      Barang dan atau Jasa yang Dihasilkan untuk Memenuhi Kebutuhan dan Keinginan Konsumen
Konsumen atau Consumers yang dimaksud, juga disebut:
a.       Customers atau pelanggan,
b.      Buyers atau pembeli,
c.       Market atau pasar.
Terdapat beberapa jenis konsumen yaitu:
·         Konsumen akhir, konsumen yang membeli barang untuk dikonsumsi.
·   Konsumen industri, konsumen yang membeli barang untuk diproses menjadi barang yang lain atau di perdagangkan lagi.
·  Konsumen lembaga (Pemerintah dan atau swasta), konsumen yang berupa lembaga atau institusi.
Perilaku tiap jenis konsumen tersebut berbeda-beda akan dipelajari dalam perilaku konsumen.
Kebutuhan konsumen dapat diketahui antara lain berasal dan pemik iran Abraham Maslow, bahwa kebutuhan manusia dapat terklasifikasikan ke dalam lima jenis kebutuhan yang bertingkat yaitu:
a.  Kebutuhan fisik (tingkat I): meliputi kebutuhan untuk makan, minum, pakalan, perumahan, istirahat, rekreasi dan sejenisnya.
b. Kebutuhan rasa aman dan keamanan (tingkat II): meliputi kebutuhan untuk perlmndungan seperti asuransi, alat pengaman kerja dalam berbagai lingkungan.
c.  Kebutuhan sosial (tingkat III): meliputi kebutuhan untuk berteman, berkelompok, berorganisasi dan sejenisnya.
d.  Kebutuhan harga diri (tingkat IV): meliputi kebutuhan barang prestise, kebutuhan akan kedudukan, status yang tinggi dan sejenisnya.
e.   Kebutuhan aktualisasi din (tinkat V): meliputi kebutuhan untuk pengembangan din seperti pendidikan, pelatihan dan sejenisnya.

Dari berbagai kebutuhan tersebut akan dilayani dengan membuat dan menjual barang dan atau jasa untuk memenuhi dan memuaskan dalam berbagai tingkatan kebutuhan konsumen.

4.      Kepentingan Bisnis untuk Mendapatkan Laba
Laba merupakan selisih positif dan pendapatan dan biaya. Pendap atan atau revenue adalah penjumlahan harga jual dikalikan dengan volume yang terjual dalam waktu tertentu, sedangkan biaya atau cost adalah total pengeluaran untuk menghasilkan dan menjual barang atau jasa. Biaya adayang bersifat tetap, variabel dan semivariabel.
Dari definisi tersebut, maka motif dalam melakukan bisnis adalah untuk mencari laba dalam jangka panjang tetapi dalam praktek dimungkinkan akan menanggung kenugian, sehingga harus menanggung risiko rugi tersebut.

B.     SKEMA INTERNAL BISNIS
Aktivitas bisnis dalam satu perusahaan dapat terdiri dan divisi-divisi atau bagian fungsional seperti divisi operasi (produksi), pemasaran, keuangan, pengelolaan sumber daya manusia, akuntansi, informasi dan sebagainya.

C.      CIRI-CIRI & TUJUAN BISNIS
1.      Ciri-ciri Bisnis
Dari definisi yang telah diuraikan di atas, terdapat ciri-ciri suatu kegiatan bisnis yaitu:
a.       berbentuk organisasi,
b. di dalam aktivitasnya terdapat fungsi operasi, pemasaran, keuangan dan sumberdaya manusia,
c.       menghasilkan barang dan atau jasa dan
d.      melakukan transaksi dan barang atau jasa dan
e.       terjadi pemindahan hak milik dan atau hak pakai dan
f.        memperoleh laba atau menanggung kerugian serta
g.       menghadapi nsiko dan ketidakpastian.

2.      Tujuan dan Bisnis
Bisnis adalah suatu organisasi yang memiliki tujuan:
a.       mencari laba jangka panjang,
b.      mempertahankan dan mengembangkan kehidupan organisasi,
c.       memenuhi kebutuhan barang dan jasa untuk masyarakat serta memberi bantuan (sebagai tanggung jawab sosial bisnis),
d.   memperkuat ketahanan negara (dan pajak, penarikan tenaga kerja, devisa dan sebagainya).

Tujuan tersebut dimaksud untuk tetap menjaga agar bisnis berjalan terus dalam jangka panjang (sustainable). Dalam kenyataannya, organisasi bisnis tidak selalu mendapatkan sebagaimana yang diinginkan sehingga organisasi bisnis dapat saja berfluktuasi kehidupannya.

D.     KESEMPATAN BISNIS
Untuk menjual barang dan atau jasa yang dihasilkan perusahaan maka akan dilakukan proses pertukaran dengan konsumen, baik secara bngsung atau melalui perantara.
Dalam proses pertukaran tersebut akan ditemui adanya pasar dan perusahaan melakukan penawaran (supply) barang atau jasa yang dthasilkan sedangkan konsumen akan meminta (demand) barang atau jasa yang dijual perusahaan tersebut.
1.     Pasar
Dalam ekonomi, pasar berarti mekanisme pertukaran antara penjual barang dan atau jasa dengan pembeli (konsumen) barang dan atau jasa tersebut.
Mekanisme ini akan tenjadi di perusahaan, di perantara melalul pengecer dan barang, atau di tempat konsumen serta di mana saja kecuali disebutkan di atas dapat teijadi.
Dalam arti fisik pasar dapat terjadi di pengecer atau pada tempat tertentu yang disediakan untuk penjual dan pembeli.
2.      Demand(Permintaan)
Kemauan dan kemampuan dan pembeli untuk membeli barang atau jasa.
3.     Supply (Penawaran)
Kemauan dan kemampuan dan produsen dalam menawarkan barang atau jasa untuk dijual.
Jadi antara penawaran dan permintaan akan terjadi pertemuan di pasar dan akan tercipta .harga keseimbangan (Equilibrium Pnc) dalam sejumlah kuantitas dan harga barang/jasa.
Dalam praktek harga tidak selalu terjadi pada harga keseimbangan karena berbagai faktor yang mempengaruhinya dan ini dapat dipelajari pada ekonomi mikro.
Pelaku bisnis perlu memahami hal ini untuk dapat menentukan harga jual produk atau jasa dengan tepat.

E.      UNSUR-UNSUR BISNIS PENTING DALAM AKTIVITAS EKONOMI
Ø  Derajat Persaingan (Competition) Antarbisnis
Dalam menjual barang atau jasa kepada konsumen akan terjadi suatu keadaan bahwa barang atau jasa yang dijual sama atau dapat menggantikan (substitusi) kegunaannya sedang konsumen yang diminta membeli adalah orang yang sama, make terciptalah suatu persaingan (competition).
Jadi agar barang atau jasanya laku terjual, maka akan berusaha mempengaruhi pasar yang dituju dan berusaha mengalahkan barang atau jasa sejenis yang dijual tersebut.
Persaingan yang terjadi secara teoritis dapat diklasifikasikan menjadi:
1.     Pure Competition (Persaingan Murni)
Karakteristik pasar atau industri dengan jumlah perusahaan yang sangat banyak yang membuat dan menjual produk sama. Dalam praktek keadaan ini akan sulit dan barangkali tidak terjadi.
2.     Monopolistic Competition (Persaingan Monopolistik)
Karakteristik pasar atau industri dengan jumlah pembeli yang cukup banyak dan penjual yang cukup banyak pula mencoba membedakan produk dan pesaing.
3.      Oligopoly
Karakteristik pasar atau industri dengan banyak penjual secara umum memiliki kekuatan untuk mempengaruhi harga dan produknya.
4.      Monopoly
Pasar atau industri hanya satu penjual yang dapat menentukan harga dan produk yang dijual.
5.      Natural Monopoly
Industri yang mana satu perusahaan lebih efisiensi menawarkan seluruh kebutuhan barang dan jasa.
Kondisi persaingan tersebut berjalan dalam kurun waktu terbatas, dengan berjalannya waktu maka kondisi persaingan tersebut akan 1aIu berubah-ubah, dan oleh karenanya pelaku bisnis harus selalu mengevaluasi kondisi persaingan tersebut.
Diketahuinya kondisi persaingan tersebut akan menentukan strategi perusahaan maupun strategi pemasarannya.

Ø  Tantangan Pengembangan Bisnis
Pengembangan bisnis akan selalu mendapat tantangan karena dinamakan lingkungan yang tidak dapat dikendalikan pelaku bisnis dan adanya persaingan balk lokal maupun global.
Menurut Stoner (1995), tantangan dalam pengembangan bisnis modern terdapat beberapa hat sebagai berikut:
1.     Tantangan Productivity
2.     Tantangan Global
3.     Tantangan Quality
4.     Tantangan Budaya dan Etika
5.     Tantangan Lingkungan
6.     Tantangan Tanggung Jawab Sosial
7.     Tuntutan Teknologi
Tuntutan dan tantangan tersebut perlu dicermati manakala bisnis diarahkan untuk berkembang di waktu yang akan datang.

F.      HAKEKAT BISNIS
Bisnis memiliki orientasi untuk menjalankan dan mengembangkan aktivitasnya. Orientasi dalam aktivitas bisnis mengalami perkembangan, tetapi ada juga yang statis. Perkembangan orientasi tersebut bertahap sebagai berikut:
1.     Orientasi Produk
Artinya produk dibuat sesuai kemampuan produsen semaksimal dapat dilakukan untuk menghasilkan sebaik-baiknya, kemudian bararig atau jasanya dijual kepada konsumen.
2.     Orientasi Produksi
Produk dibuat berdasar ide produsen dan diupayakan diproses dengan biaya yang minimal agar dapat dijual dengan harga yang murah.
3.     Orientasi Penjualan
Produk dibuat berdasar ide produsen dan dijual dengan did ukung kegiatan promosi secara besar-besaran.
Akibatnya muncul: Konsumerisme.
Konsumerisme merupakan pendapat konsumen yang berupa masukan, protes, klarifikasi dan hal lain dan produk yang dibeli.
4.     Orientasi Konsumen/pasar
Produk dibuat berdasar ide yang datang dan pasar/konsumen, kemudian dijual ke pasar/konsumen juga sehingga sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya.
5.     Orientasi Pasar dan Lingkungan
Produk dibuat berdasar ide yang datang dan pasar/konsumen kemudian dijual ke konsumen dan dalam rangkaian operasinya bisnis tidak merusak lingkungan.
Lingkungan dimaksud adalah Iingkungan di luar organisasi bisnis terutama Iingkungan alam.