Saat ini saya mau membagikan postingan pertama saya, yang umur isinya udah 4 tahun-an sampe sumber asli-nya saya lupa taro di file yang mana... (semoga ada pembaca yang punya sumbernya dan bisa membagi... :p)
Mudah-mudahan bisa berguna bagi para mahasiswa ekonomi semester awal
RUANG LINGKUP BISNIS
A. PENGERTIAN BISNIS
Bisnis dapat didefinisikan
berbagai macam, dan beberapa pendapat dalam literatur pengertiannya sebagal
berikut:
·
Bisnis menurut
Scholl (1996):
Aktivitas yang diorganisasi dan diatur untuk
menyediakan barang dan atau jasa kepada konsumen dengan tujuan mencari laba
·
Bisnis menurut Grifin,
Ebert (1999):
Suatu organisasi yang menyediakan barang atau
jasa dan dibuat untuk mendapatkan laba.
Dari pendapat-pendapat tersebut terdapat beberapa unsur dalam
pengertian bisnis.
Unsur-unsur dan pengertian bisnis
tersebut dapat berupa:
1. Aktivitas
yang Diorganisir dan Diatur
Artinya
bisnis adalah perusahaan atau badan usaha yang:
diatur dengan manajemen,
diorganisir dengan menggunakan struktur organisasi.
Manajemen tersebut maksudnya
bahwa pengelolaannya menerapkan fungsi-fungsi manajemen berupa planning,
organizing, actuating, dan controllng.
Menggunakan struktur organisasi,
bermakna:
a. Terdapat
tingkatan korporat.
b. Ada bagian
korporat berupa fungsional bisnis yaitu: fungsi operasi, pemasaran, keuangan
dan pengelolaan SDM dan subbagiannya.
c. Ada
penggabungan korporat yang disebut industry.
Industri memiliki pengertian berbagai macam yaitu:
·
Suatu kumpulan perusahaan yang produknya
sama, atau
·
Kumpulan perusahaan yang inputnya sama, produknya
dapat berbeda, atau
·
Kumpulan perusahaan yang prosesnya sama, produknya
dapat berbeda, atau
·
Kumpulan perusahaan yang inputnya berbeda,
produknya berbeda, prosnya berbeda tetapi barang satu dan yang lain saling mengg
antikan atau melengkapi.
Pengertian industri dapat mengacu
salah satu dan definisi tersebut sehingga ada beberapa kelompok jenis industri.
2. Menghasilkan Barang atau Jasa atau Keduanya
Barang memiliki ciri yang berbeda
dengan jasa, perbedaan itu sebagai berikut:
Barang
|
Jasa
|
1. Sifatnya
berwujud
2. Minimal
kkontak konsumen pada saat proses
3. Dikirim
oleh produsen
4. Ada
tenggang waktu dari produsen ke konsumen
5. Capital
intensif
6. Kualitas
mudah diukur
7. Konsumen
memperoleh hak pakai dan hak milik
|
1. Sifatnya
tidak berwujud
2. Ektensi
kontak konsumen pada saat proses
3. Konsumen
berpartisispasi penuh
4. Tidak ada
teggang waktu dari penyedia jasa ke konsumen
5. Labor
intensif
6. Kualitas
sulit diukur
7. Konsuen
menerima hak pakai saja
|
3.
Barang dan
atau Jasa yang Dihasilkan untuk Memenuhi
Kebutuhan dan Keinginan Konsumen
Konsumen atau Consumers yang dimaksud, juga disebut:
a.
Customers atau
pelanggan,
b.
Buyers atau pembeli,
c.
Market atau pasar.
Terdapat beberapa jenis konsumen yaitu:
·
Konsumen
akhir, konsumen yang membeli barang untuk dikonsumsi.
· Konsumen
industri, konsumen yang membeli barang untuk diproses menjadi barang yang lain
atau di perdagangkan lagi.
· Konsumen
lembaga (Pemerintah dan atau swasta), konsumen yang berupa lembaga atau
institusi.
Perilaku
tiap jenis konsumen tersebut berbeda-beda akan dipelajari dalam perilaku
konsumen.
Kebutuhan
konsumen dapat diketahui antara lain berasal dan pemik iran Abraham Maslow, bahwa kebutuhan manusia dapat
terklasifikasikan ke dalam lima jenis kebutuhan yang bertingkat yaitu:
a. Kebutuhan fisik (tingkat I): meliputi kebutuhan untuk makan, minum,
pakalan, perumahan, istirahat, rekreasi dan sejenisnya.
b. Kebutuhan rasa aman dan keamanan (tingkat II): meliputi kebutuhan untuk perlmndungan
seperti asuransi, alat pengaman kerja dalam berbagai lingkungan.
c. Kebutuhan sosial (tingkat III): meliputi kebutuhan untuk berteman,
berkelompok, berorganisasi dan sejenisnya.
d. Kebutuhan harga diri (tingkat IV): meliputi kebutuhan barang prestise,
kebutuhan akan kedudukan, status yang tinggi dan sejenisnya.
e. Kebutuhan aktualisasi din (tinkat V): meliputi kebutuhan untuk pengembangan din
seperti pendidikan, pelatihan dan sejenisnya.
Dari
berbagai kebutuhan tersebut akan dilayani dengan membuat dan menjual barang dan
atau jasa untuk memenuhi dan memuaskan dalam berbagai tingkatan
kebutuhan konsumen.
4.
Kepentingan
Bisnis untuk Mendapatkan Laba
Laba
merupakan selisih positif dan pendapatan dan biaya. Pendap atan atau revenue
adalah penjumlahan harga jual dikalikan dengan volume yang terjual dalam
waktu tertentu, sedangkan biaya atau cost adalah total pengeluaran untuk
menghasilkan dan menjual barang atau jasa. Biaya adayang bersifat tetap,
variabel dan semivariabel.
Dari
definisi tersebut, maka motif dalam melakukan bisnis adalah untuk mencari
laba dalam jangka panjang tetapi dalam praktek dimungkinkan akan menanggung
kenugian, sehingga harus menanggung risiko rugi tersebut.
B.
SKEMA INTERNAL BISNIS
Aktivitas
bisnis dalam satu perusahaan dapat terdiri dan divisi-divisi atau bagian
fungsional seperti divisi operasi (produksi), pemasaran, keuangan, pengelolaan
sumber daya manusia, akuntansi, informasi dan sebagainya.
C.
CIRI-CIRI
& TUJUAN BISNIS
1. Ciri-ciri
Bisnis
Dari
definisi yang telah diuraikan di atas, terdapat ciri-ciri suatu kegiatan bisnis
yaitu:
a. berbentuk
organisasi,
b. di dalam
aktivitasnya terdapat fungsi operasi, pemasaran, keuangan dan sumberdaya
manusia,
c. menghasilkan
barang dan atau jasa dan
d. melakukan
transaksi dan barang atau jasa dan
e. terjadi
pemindahan hak milik dan atau hak pakai dan
f.
memperoleh laba atau menanggung kerugian
serta
g. menghadapi
nsiko dan ketidakpastian.
2. Tujuan dan
Bisnis
Bisnis adalah suatu organisasi yang memiliki tujuan:
a. mencari laba
jangka panjang,
b. mempertahankan
dan mengembangkan kehidupan organisasi,
c. memenuhi
kebutuhan barang dan jasa untuk masyarakat serta memberi bantuan (sebagai tanggung
jawab sosial bisnis),
d. memperkuat
ketahanan negara (dan pajak, penarikan tenaga kerja, devisa dan sebagainya).
Tujuan tersebut dimaksud untuk
tetap menjaga agar bisnis berjalan terus dalam jangka panjang (sustainable). Dalam
kenyataannya, organisasi bisnis tidak selalu mendapatkan sebagaimana yang diinginkan sehingga organisasi
bisnis dapat saja berfluktuasi kehidupannya.
D.
KESEMPATAN
BISNIS
Untuk
menjual barang dan atau jasa yang dihasilkan perusahaan maka akan dilakukan
proses pertukaran dengan konsumen, baik secara bngsung atau melalui perantara.
Dalam proses
pertukaran tersebut akan ditemui adanya pasar dan perusahaan melakukan
penawaran (supply) barang atau jasa yang dthasilkan sedangkan konsumen
akan meminta (demand) barang atau jasa yang dijual perusahaan tersebut.
1.
Pasar
Dalam
ekonomi, pasar berarti mekanisme pertukaran antara penjual barang dan atau jasa
dengan pembeli (konsumen) barang dan atau jasa tersebut.
Mekanisme ini akan tenjadi di perusahaan, di perantara melalul pengecer dan barang, atau di tempat konsumen serta di mana saja kecuali disebutkan di atas dapat teijadi.
Mekanisme ini akan tenjadi di perusahaan, di perantara melalul pengecer dan barang, atau di tempat konsumen serta di mana saja kecuali disebutkan di atas dapat teijadi.
Dalam arti
fisik pasar dapat terjadi di pengecer atau pada tempat tertentu yang disediakan
untuk penjual dan pembeli.
2.
Demand(Permintaan)
Kemauan dan
kemampuan dan pembeli untuk membeli barang atau jasa.
3.
Supply
(Penawaran)
Kemauan dan
kemampuan dan produsen dalam menawarkan barang atau jasa untuk dijual.
Jadi antara
penawaran dan permintaan akan terjadi pertemuan di pasar dan akan tercipta
.harga keseimbangan (Equilibrium Pnc) dalam sejumlah kuantitas dan harga
barang/jasa.
Dalam
praktek harga tidak selalu terjadi pada harga keseimbangan karena berbagai
faktor yang mempengaruhinya dan ini dapat dipelajari pada ekonomi mikro.
Pelaku
bisnis perlu memahami hal ini untuk dapat menentukan harga jual produk atau
jasa dengan tepat.
E. UNSUR-UNSUR BISNIS
PENTING DALAM AKTIVITAS EKONOMI
Ø Derajat Persaingan (Competition) Antarbisnis
Dalam
menjual barang atau jasa kepada konsumen akan terjadi suatu keadaan bahwa
barang atau jasa yang dijual sama atau dapat menggantikan (substitusi)
kegunaannya sedang konsumen yang diminta membeli adalah orang yang sama, make
terciptalah suatu persaingan (competition).
Jadi agar
barang atau jasanya laku terjual, maka akan berusaha mempengaruhi pasar yang
dituju dan berusaha mengalahkan barang atau jasa sejenis yang dijual tersebut.
Persaingan
yang terjadi secara teoritis dapat diklasifikasikan menjadi:
1.
Pure
Competition (Persaingan
Murni)
Karakteristik
pasar atau industri dengan jumlah perusahaan yang sangat banyak yang membuat
dan menjual produk sama. Dalam praktek keadaan ini akan sulit dan barangkali
tidak terjadi.
2.
Monopolistic
Competition (Persaingan
Monopolistik)
Karakteristik
pasar atau industri dengan jumlah pembeli yang cukup banyak dan penjual yang
cukup banyak pula mencoba membedakan produk dan pesaing.
3.
Oligopoly
Karakteristik
pasar atau industri dengan banyak penjual secara umum memiliki kekuatan untuk
mempengaruhi harga dan produknya.
4.
Monopoly
Pasar atau
industri hanya satu penjual yang dapat menentukan harga dan produk yang dijual.
5.
Natural
Monopoly
Industri
yang mana satu perusahaan lebih efisiensi menawarkan seluruh kebutuhan barang
dan jasa.
Kondisi
persaingan tersebut berjalan dalam kurun waktu terbatas, dengan berjalannya
waktu maka kondisi persaingan tersebut akan 1aIu berubah-ubah, dan oleh
karenanya pelaku bisnis harus selalu mengevaluasi kondisi persaingan tersebut.
Diketahuinya
kondisi persaingan tersebut akan menentukan strategi perusahaan maupun strategi
pemasarannya.
Ø Tantangan Pengembangan Bisnis
Pengembangan
bisnis akan selalu mendapat tantangan karena dinamakan lingkungan yang
tidak dapat dikendalikan pelaku bisnis dan adanya persaingan balk lokal maupun
global.
Menurut
Stoner (1995), tantangan dalam pengembangan bisnis modern terdapat beberapa hat
sebagai berikut:
1. Tantangan Productivity
2.
Tantangan
Global
3.
Tantangan Quality
4.
Tantangan
Budaya dan Etika
5.
Tantangan
Lingkungan
6.
Tantangan Tanggung Jawab Sosial
7.
Tuntutan
Teknologi
Tuntutan dan tantangan tersebut perlu
dicermati manakala bisnis diarahkan untuk berkembang di waktu yang akan datang.
F.
HAKEKAT
BISNIS
Bisnis memiliki orientasi untuk
menjalankan dan mengembangkan aktivitasnya. Orientasi dalam aktivitas bisnis
mengalami perkembangan, tetapi ada juga yang statis. Perkembangan orientasi
tersebut bertahap sebagai berikut:
1.
Orientasi
Produk
Artinya
produk dibuat sesuai kemampuan produsen semaksimal dapat dilakukan untuk menghasilkan
sebaik-baiknya, kemudian bararig atau jasanya dijual kepada konsumen.
2. Orientasi
Produksi
Produk
dibuat berdasar ide produsen dan diupayakan diproses dengan biaya yang minimal
agar dapat dijual dengan harga yang murah.
3. Orientasi
Penjualan
Produk
dibuat berdasar ide produsen dan dijual dengan did ukung kegiatan promosi
secara besar-besaran.
Akibatnya
muncul: Konsumerisme.
Konsumerisme
merupakan pendapat konsumen yang berupa masukan, protes, klarifikasi dan hal
lain dan produk yang dibeli.
4. Orientasi
Konsumen/pasar
Produk
dibuat berdasar ide yang datang dan pasar/konsumen, kemudian dijual ke
pasar/konsumen juga sehingga sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya.
5. Orientasi
Pasar dan Lingkungan
Produk dibuat berdasar ide yang datang dan pasar/konsumen
kemudian dijual ke konsumen dan dalam rangkaian operasinya bisnis tidak merusak
lingkungan. Lingkungan dimaksud adalah Iingkungan di luar organisasi bisnis terutama Iingkungan alam.